ANALISIS BANJIR KABUPATEN BIMA TANGGAL 05 FEBRUARI 2026

  15 Juli 2026

Analisis kondisi atmosfer dan faktor meteorologi yang memengaruhi pembentukan awan konvektif serta potensi curah hujan di wilayah Kabupaten Bima dan Dompu pada awal Februari 2026. Data dianalisis melalui pendekatan termodinamika dan dinamika atmosfer, meliputi Suhu Muka Laut (SST), osilasi skala global (MJO dan ENSO), pola angin (*streamline*), tekanan udara (isobar), kelembapan udara, serta indeks labilitas atmosfer. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kondisi MJO (Fase 1) dan indeks ENSO (-0,75) kurang mendukung peningkatan aktivitas konvektif, faktor lokal dan regional memberikan kontribusi signifikan. Pola perlambatan kecepatan angin di sekitar Pulau Sumbawa menyebabkan penumpukan massa udara, sementara keberadaan pusat tekanan rendah (LOW) di selatan NTB serta kondisi atmosfer yang cukup labil dengan kelembapan udara yang memadai pada lapisan 850-700 hPa memicu pertumbuhan awan konvektif. Validasi data citra radar pada 05 Februari 2026 mengonfirmasi adanya awan dengan reflektivitas >45 dBZ, yang mengindikasikan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Hasil ini memberikan gambaran penting bagi upaya mitigasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Pulau Sumbawa.

Klik disini jika halaman pdf dibawah ini di tampil

Citra Satelit Himawari-8
Tinggi Gelombang Laut
Sebaran Titik Panas
Potensi Kebakaran Hutan